Langsung ke konten utama

Buck Converter

 Rangkuman materi Elektronika Daya 

    oleh ahmad iqbal athoriq


Buck converter merupakan pengubah tegangan DC ke DC untuk memperkecil tegengan, buck converter ini memiliki sistem switching dengan switching yang biasa digunakan adalah MOSFET atau transistor  bipolar (npn). Pada rangkaian buck converter biasanya terdapat filter Lpf Induktor & kapasitor yang dimana fungsinya sebagai melewatkan sinyal Frekuensi rendah dan menghambat atau memblokir sinyal frekuensi tinggi, artinya LPF akan menyaring sinyal frekuensi tinggi dan meneruskan sinyal frekuensi rendah  yang diinginkannya. berikut merupakan rangkaian sederhana buck converter;





Dengan persamaan tegangan keluaran:

Vout = D.Vin

dengan 

D=(Ton/Ton+Toff) = Vout/Vin

Ton = waktu munculnya denyut tegangan positif dalam detik/second

Toff = waktu munculnya denyut tegangan negatif dalam detik/second

dengan nilai efesiensi η = Pout/Pin

jika ripple arus 3% maka ΔIL = 3% . Iout

nilai Iout  dapat dihitung Iout = Vout / RL

nilai Iin (Min) dapat dihitung Iin = Pout/ (Vin. η )

nilai Imaks dapat dihitung Imaks = Iout + (ΔIL/2)

nilai induktansi L = 1/f . (Vin-Vout) . D. 1/D

nilai Kapasitif C = Vout(1-D) / 8. L. D. f2




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses-Proses Termodinamika

Proses-Proses Termodinamika (Ahmad Iqbal Athoriq) Teknik Fisika Dalam Termodinamika memiliki beberapa proses diantaranya: 1. Isobarik, merupakan perubahan keadaan gas pada tekanan tetap 2. Isokhorik, merupakan perubahan keadaan gas pada volume tetap 3. Isotermik, merupakan perubahan keadaan gas pada suhu tetap  4. Adiabatik, merupakan perubahan keadaan gas dimana tidak ada kalor yang masuk maupun keluar

Mengenal Konsep Dasar Termodinamika 2

  Oleh, Ahmad Iqbal Athoriq Hukum kedua Termodinamika menyatakan tentang kalor dalam sistem, menuru t Claussius sebuah siklus termodinamika tidak mungkin terjadi transfer kalor dari benda dengan temperatur rendah ke benda temperatur tinggi tanpa adanya kerja didalamnya . Gambar 1  Konsep Claussius Gambar 1 Menggambarkan konsep Claussius, Yang dimana menyatakan tentang arah perpindahan kalor dalam siklus termodinamika tertentu tidak sembarang dan memiliki kerja. Dalam kehidupan sehari-hari dapat dicontohkan saat kita membuat kopi panas saat kita diamkan dalam waktu cukup lama suhu pada kopi akan menyesuaikan dengan suhu lingkunganya, artinya ada perpindahan kalor. Hukum kedua termodianamika juga dinyatakan oleh Kelvin-Planck yaitu: “tidak mungkin membuat mesin yang bekerja dalam proses siklik yang tujuannya untuk mengkonversi energi panas ke energi kerja” . Suatu mesin kalor mustahil memiliki efesiensi 100%, yang dimana...

WASTE HEAT RECOVERY

  Dalam industri pembangkit listrik selain menghasilkan daya mesin listrik juga menghasilkan panas yang dimana panas tersebut dapat dimanfaatkan. Waste Heat Recovery merupakan salah satu solusi untuk pemanfaatan energi panas yang terbuang sehingga seluruh energi panas dari reaktor dapat dimanfaatkan tanpa ada yang terbuang ke lingkungan, yang dapat menimbulkan dampak global warming . Waste Heat Recovery adalah proses pengubahan energi dari limbah panas untuk menghasilkan energi, yang dimana limbah panas merupakan hasil dari pembakaran yang dibuang ke lingkungan. 1. Waste Heat Recovery Recuperator Heat Exchenger yaitu berfungsi untuk menurunkan temperatur gas pendingin yang keluar dari turbin, yang kemudian akhirnya diteruskan ke kompresor agar bisa dikompresikan. Fungsi lain dari rekuperator ini adalah untuk menaikkan temperatur gas pendingin sebelum dimasukkan kembali ke dalam teras reaktor. 2.    Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) Teknologi WHRPG menghasilkan...